Rabu, 23 Januari 2013

BIOGRAFI AR-RAZI DAN FILSAFATNYA


 BIOGRAFI AR-RAZI
DAN
 FILSAFATNYA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Filsafat itu menyelidiki, membahas, serta memikirkan seluruh alam kenyataan dan menyelidiki bagaimana hubungan kenyataan satu dengan yang lain, jadi ia memandang satu kesatuan yang belum dipecah-pecah serta pembahasannya secara keseluruhan, sedangkan ilmu lain itu hanya menyelidiki sebagian saja dari alam maujud ini.
Ketika mempelajari filsafat islam kita juga akan mempelajari tokoh filosof muslim beserta pemikirannya.
Dan makalah ini kita akan membahas salah satu dari filosof muslim yakni Ar-Razi beserta karya-karyanya dan cara berfilsafatnya.
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kami rumuskan penulisan makalah ini dengan sebagai berikut:
1.     Bagaimana riwayat hidup atau Biografi Ar-Razi.?
2.     Apa sajakah hasil karya-karya Ar-Razi.?
3.     Bagaimana cara berfilsafat Ar-Razi.?
C.    Tujuan Penulisan
Setiap sesuatu memiliki tujuan, begitu juga dengan makalah ini. Sejalan dengan rumusan masalah diatas, maka dalam penulisan makalah ini tujuannya:
1.     adalah untuk mengetahui riwayat hidup atau biografi Ar-Razi.
2.     Untuk mengetahui hasil karya Ar-Razi.
3.     Untuk mengetahui cara berfilsafat Ar-Razi.



BAB II
PEMAHASAN
A.    Biografi Ar-Razi
Abu Bakar Muhammad ibn Zakaria Ibn Yahya Al-Razi Lahir di Rayy, suatu kota di Teheran, pada tanggal satu Sya’ban 251 H/856 M. Pada masa mudanya, ia menjadi tukang intan, penukar uang, atau lebih mungkin sebagai pemain kecapi. Awalnya ia meninngalkan musik untuk belajar alkimia kemudian ketika berumur tiga puluh atau empat puluh ia meninggalkan alkimia, karena matanya terserang penyakit akibat ekperimen yang dilakukannya. Itulah yang menyebabkan ia mencari dokter dan obat-obatan bahkan ia mempelajari ilmu kedokteran. Ia belajar ilmu kedokteran dari ‘Ali ibn Rabban Al-Thabari, beliau adalah seorang  dokter sekaligus filosuf.
Al-Razi Pernah menjabat sebagai direktur rumah sakit di kota kelahirannya (Rayy). Kemudian juga direktur rumah sakit di Bagdad. Ia terkenal di barat dengan nama Rhazes dan buku-bukunya tentang kedokteran. Karangannya yang terkenal ialah “ Tentang Cacar dan Campak” yang di terjemahkan dalam berbagai bahasa di Eropa.( Harun Nasution, 2008:12)
Sepulangnya dari Bagdad, ia kembali ke Rayy dan disana ia mempunyai banyak murid. Sebagai mana yang di tuturkan al- Nadim dalam Fihrist, bahwa al-Razi kemudian menjadi syekh  “dengan kepala besar menyerupai karung” yang di kelilingi oleh banyak murid.(Syarif, ed.1996:32)
Al- Razi adalah orang yang murah hati, sayang pada pasien-pasiennya, dermawan kepada orang-orang miskin, karena itu ia memberikan pengobatan sepenuhnya tanpa meminta bayaran sedikitpun. Jika tidak bersama murid dan pasiennya, ia selalu menghabiskan waktunya untuk menulis dan belajar.(Syarif, ed.1996:33) Mungkin ini yang menyebabkan penlihatannya berangsur-angsur melemah dan akhirnya ia menjadi buta. Ada yang mengatakan sebab kebutaanya karena banyak makan buncis (Baqilah).( Syarif, ed.1996:33)
Penyakitnya bermula dari rabun  dan akhirnya menjadi buta sama sekali. Ia pun menolak untuk di obati. Dan mengatakan bahwa pengobatan itu akan sia-sia belaka, karena sebentar lagi ia akan meninggal dunia. Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia pada tanggal 5 Sya’ban 313 H/ 27 Oktober 925 M.(Syarif, ed.1996:33)
B.    Karya-karya Ar-Razi
Ar-Razi termasuk orang yang aktif berkarya. Buku-bukunya sangat banyak, bahkan beliau sendiri mempersiapkan sebuah katalog yang kemudian diprediksi oleh Ibn An-Nadhim.
Adapun buku-buku yang ditulisnya mencakup ilmu kedokteran, ilmu fisika, logika, matematika, dan astronomi. Komentar-komentar, ringkasan, ikhtisar, filsafat, dan ilmu pengetahuan hipotesis dan atheisme. Untubk jumlah karya-karyanya yang dikarang banyak perbedaan pendapat ada yang mengatakan 250 judul, 148 buah, dan ada yang mengatakan 309 judul, adapun buku-buku itu diantaranya adalah:
1.     At-Thibb al-ruhani.
2.     Al-Shirath al-dawlah.
3.     Amarah al-Iqbal al-Dawlah.
4.     Kitab al-Ladzdzah.
5.     Kitab al-‘Ilm al-Ilahi.
6.     Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah.
7.     Al-Shukuk ‘ala Proclus.
Demikian diantara karya-karyanya yang dapat kita jumpai sampai sekarang, meski diantara buku-buku tersebut hanya terhimpun dalam satu kitab yang dikarang oleh orang lain. Yang banyak berperan dalam masalah ini adalah:
1.     Lima keabadian yaitu Allah, roh semesta, materi pertama, ruang muthlak, dan waktu muthlak.
2.     Materi.
3.     Waktu dan ruang.
4.     Ruh dan dunia.
C.    Filsafat Ar-Razi
1.     Logika
Ar-Razi adalah seorang rasionalisme murni, dan beliau hanya mempercayai khekuatan akal. Bahkan didalam bidang kedokteran study klinis yang dilakukannya setelah menemukan metode yang kuat dengan berpijak kepada observasi dan eksperimen.
Bahkan pemujaan Ar-Razi terhadap akal tampak sangat jelas pada halaman pertama pada bukunya At-Thibb. Beliau mengatakan, Allah segala puji baginya, yang telah memberikan akal agar dengan-Nya kita dapat memperoleh sebnyak-banyaknya manfaat. Inilah karunia terbaik Allah kepada kita. Akal adalah suatu yang mulia dan penting karena dengan akal kita dapat memperoleh pengetahuan tewntang tuhan. Maka tidak boleh melecehkannya.
2.     Moral
Akal dan agama. Beliau memperingatkan bahaya minuman khomr Adapun pemikiran Ar-Razi tentang moral sebagaimana tertuang dalam buku At-Thibb al-ruhani dan Al-Sirah al-Falsafiyyah, bahwa tingkah laku itu berdasarkan dari akal. Hawa nafsu harus berada dibawah kendali yang dapat merusakkan akal dan melanggar agama.
Berkaitan dengan jiwa, Ar-Razi menjadikan jiwa sebagai salah satu alasan pengobatan baginya. Menurutnya antara tubuh dan jiwa terhadap suatu hubungan yang sangat erat, misalnya: emosi jiwa tidak akan terjadi kecuali dengan melalui pengamatan indrawi.
Sedangkan kebahagiaan menurut Ar-Razi adalah kembalinya apa yang telah tersingkir karena sesuatu yang berbahaya, misalnya: orang yang meninggalkan tempat yang teduh menuju tempat yang disinari matahari. Ia akan senang ketika kembali ke tempat yang teduh tadi.
3.     Kenabian/ Theologi
Ar-Razi menyangkah bahwa anggapan bentuk kehidupan manusia memerlukan nabi sebagaimana yang dikatakannya dalam bukunya Naqd al-Adyan au fi al-Nubuwah. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak percaya kepada wahyu dan adanya nabi. Menurutnya para nabi tidak berhak mengklaim dirinya sebagai orang yang memiliki keistimewaan khusus. Karena semua orang adalah sama dan keadilan tuhan secara hikmahnya mengharuskan tidak membedakan antara seoranng dengan yang lainnya.
Ar-Razi juga mengritik kitab suci baik injil maupun al-quran. Beliau menolak mukjizat al-quran baik segi isi maupun gaya bahasanya. Menurutnya orang mungkin saja dapat menulis kitab yang lebih baik dengan gaya, bahasa yang lebih indah. Kendatipun demikian, Ar-Razi tidak berati seorang atheis, karena beliau masih menyakini adanya Allah.
4.     Metafisika
Filsafat Ar-Razi dikenal dengan ajaran “Lima kekal” yaitu:
a.      Allah Ta’ala
Allah bersifat sempurna. Tidak ada kebijakan setelah tidak sengaja, karena itu ketidak sengajaan tidak bersifat kepada-Nya.
Kehidupan berasal dari-Nya sebagaimana sinar datang dari matahari. Allah mempunyai kepandaian yang sempurna dan murni. Kehidupan ini adalah mengalir dari ruh. Allah menciptakan sesuatu dan tidak ada yang bisa yang menandingi dan tidak ada yang bisa menolak kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui, segala sesuatu. Tetapi ruh-ruh hanya mengetahui apa yang berasal dari eksperimen. Tuhan mengetahui bahwa ruh cenderung pada materi dan membutuhkan kesenangan materi.
b.     Ruh
Allah tidak menciptakan dunia lewat desakan apapun tetapi Allah memutuskan penciptaan-Nya setelah pada mulanya tidak berkehendak tidak menciptakannya, Allah menciptakan manusia guna menyadarkan ruh dan menunnjukkan kepadanya, bahwa dunia ini bukanlah dunia yang sebenarnya dalam arti haqiqi.
 Manusia tidak akan mencapai dunia haqiqi ini, kecuali dengan filsafat, mereka mempelajari filsafat, mengetahui dunia haqiqi, memperoleh pengetahuan akan selamat dari keadaan buruknya. Ruh-ruh tetap berada dalam dunia ini sampai mereka disadarkan oleh filsafat akan rahasia dirinya.
Melalui filsafat manusia dapat memperoleh dunia yang sebenarnya, dunia sejati atau dunia haqiqi.
c.      Materi
Menurut Ar-Razi kemutlakan, materi pertama terdiri dari atom-atom, setiap atom mempunyai volum yang dapat dibentuk. Dan apabila dunia ini dihancurkan, maka ia akan terpisah-pisah dalam bentuk atom-atom. Dengan demikian materi berasal dari kekekalan, karena tidak mungkin menyatakan suatu yang berasal dari ketiadaan sesuatu.
Untuk memperkuat pendapat ini Ar-Razi memberikan 2 bukti yaitu:
1)     Penciptaan adalah bukti dengan adanya sang pencipta.
2)     Berlandaskan ketidak mungkinan penciptaan dan ketiadaan.
d.     Ruang
Menurut Ar-Razi ruang adalah tempat keadaan materi, beliau mengatakan bahwa materi adalah kekal dan karena materi itu mempunyai ruang yang kekal.
Bagi Ar-Razi ruang terbagi menjadi 2 yakni, waktu universal (mutlak) dan waktu tertentu (relatif ), ruang universal adalah tidak terbatas dan tidak tergantung kepada dunia dan segala sesuatu yang ada didalamnya. Sedangkan ruang yang relatif adalah sebaliknya.
e.      Waktu
Adalah subtasi yang mengalir, ia adalah kekal. Ar-Razi membagi waktu 2 macam yakni waktu mutlak dan waktu relatif (terbatas). Waktu mutlak adalah keberlangsungan, ia kekal dan bergerak. Sedang gerak relatif adalah gerak lingkungan-lingkungan, matahari dan bintang gemintang.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan:
1.     Nama lain Ar-Razi adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria Ibn Yahya Ar-Razi. Beliau lahir di Rayy pada tanggal 1 Sya’ban 251 H/805 M.
2.     Diantara karya-karya Ar-Razi adalah:
a.      At-Thibb al- Ruhani
b.     Al-Shirath al-Dawlah
c.      Amarah al-Iqbal al-Dawlah
d.     Kitab al-Ladzdzah
e.      Kitab Ilahi al-‘Ilm al
f.      Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah
g.     Al-Shukuk ‘ala Proclus
3.     Filsafat Ar-Razi adalah:
a.      Logika
b.     Moral
c.      Kenabian/ Theologi
d.     Metafisika
B.    Saran-saran
Filsafat merupakan hasil kerja berfikir dalam mencari hakikat segala sesuatu secara sistematik, radikal dan universal, berfilsafat dapat menambah keimanan kita, oleh sebab itu saran penulis agar pembaca dapat memahami makalah ini dengan baik dan benar. Kami menyadari bahwa tiada sesuatu di dunia ini yang sempurna karenanya rangkaian saran dan kritik dari pembaca merupakan wujud partisipasi atas keikut sertaan anda dalam mewujudkan hal ini.



DAFTAR PUSTAKA
Nasution, Hasyimsyah.2005. Filsafat Islam . Jakarta : Radar Jaya.
Nasution, Harun. 1993. Falsafah dan Mistisme dalam Islam . Jakarta : Bulan Bintang.
Syarif,ed. 1996. Para Filusuf Islam. Bandung: Mizan.
http://www.google.com
inngin berbagi dengan kami silahkan kunjungi kami di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar