HUBUNGAN LOGIKA DENGAN
ILMU-ILMU LAIN
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Manthiq
Guru Pembimbing :
H. Abd
Wahid, M,Pd.I.
Di Susun Oleh:
|
|
Nama
|
:
Ach Kholili
|
:
Ach Qusyairi
|
|
:
Abd Azis
|
|
:
Abd Rosyid
|
|
:
Ali Bakar
|
|
Smester
|
:
VII
|
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-KHAIRAT
KAMPUS
II WARU
Tahun
2014
KATA PENGANTAR
بـسم الله الــر حمــــن الــــرحــيم
Puji
Syukur kepada Allah Swt atas segala
Rahmat dan pertolongan-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “Hubungan Logika Dengan Ilmu-Ilmu Lain“
Sholawat
serta salam Allah semoga selalu mengalir deras ke haribaan baginda Rasulullah
Saw. berkat beliaulah kita dapat terangkis dari peradaban jahiliyah menuju
peradaban yang gemilang yakni dengan agama yang diajarkannya yaitu agama Islam.
Penulis
juga sangat bangga atas terselesainya penulisan makalah ini, semua ini juga
berkat bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis menyampaikan penghargaan
yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada
yang terhormat :
1.
Bapak H.
Abd Wahid, M.Pd.I selaku dosen pengampu
mata pkuliah Ilmu Manthiq di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat
Kampus II Waru yang telah banyak mengajar dan membimbing penulis.
2.
Kawan-kawan
yang telah banyak membantu dengan kritik dan saran guna terselesainya penulisan
makalah ini.
Tiada sesuatu yang
dapat penulis persembahkan kepada mereka, kecuali ucapan terima kasih yang
sedalam-dalamnya dan iringan do’a semoga jasa dan pengorbanannya dicatat
sebagai amal baik dan diterima di sisi Allah Swt.
Dengan segala
keterbatasan makalah ini yang masih jauh dari kesempurnaan, disebabkan minimnya
literatur yang kami kaji dan dangkalnya cakrawala berfikir penulis, oleh sebab
itu kritik dan saran konstruktif
senantiasa menjadi harapan penulis, demi sempurnanya penulisan makalah
ini
Akhirnya, semoga makalah
yang sederhana ini akan memberi manfaat bagi penulis, pembaca, dan pihak-pihak
yang memerlukan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
…………….…………………………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………..…………………………….. ii
BAB I : PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah …………………………………… 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………. 1
C.
Tujuan Penulisan ………………….………………………. 1
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian Logika.........................................................…...... 2
B.
Hubungan Logika Dengan Ilmu-ilmu Lain ........................... 3
1.
Hubungan dengan Ilmu Bahasa .......………………… 3
2.
Hubungan dengan Ilmu Psikologi
..…….................…. 3
3.
Hubungan dengan Ilmu Metafisika ……………….… 4
4.
Hubungan dengan Epistemologi (Dasar Pengetahuan) 4
5.
Hubungan Logika Dan Ilmu Agama ............................ 5
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………………………… 7
B.
Saran-Saran
………………………………………………… 7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seiring dalam perkembangan zaman, manusia sering mengabaikan logika dalam
berfikir dan membuat aturan. Kebanyakan orang-orang tersebut menganggap remeh
tentang logika dan berfikir seenaknya saja, mereka mengiginkan suatu hal yang
mudah dan praktis. Sehingga yang terjadi adalah kejanggalan-kejanggalan dalam
komunitas mesyarakat banyak.
Tujuan penulisan makalah ini adalah agar bisa memahami apa itu logika, dan
bagaimana memerankannya dalm kehidupan sehari-hari. Dengan adanya logika kita
dapat berfikir dan mengambil keputusan yang benar dan tepat dalm memenuhi hajat
hidup kita sendiri dan juga masyakat umumnya kita dapat mengartika dan
mengambil kesimpulan setelah melalui pemikiran-pemikiran atua
pernyataan-pernyataan yang ada, dan kebenaran-kebenaran akan muncul.
Istilah Logika yang dicukkan dicuatkan oleh Prof.Dr.N.Drijarka bahawa
logika adlah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum susunan atau bentuk
pikiran manusia, yang menyebabkan pikiran mencapai kebenaran.
B.
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang diatas maka penulis merumuskan penulisan makalah ini dengan
sebagai berikut:
1.
Menjelaskan
pengertian logika itu.?
2.
Menjelaskan
apa hubungan logika dengan ilmu-ilmu lain.?
C.
Tujuan Penulisan
Dengan
rumusan masalah diatas maka penulis menulis makalah ini bertujuan:
1.
Untuk
mengetahui pengertian logika.
2.
Untuk
mengetahui hubungan logika dengan ilmu-ilmu lain.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Logika
Kata Logika berasal dari bahasa Yunani Logike dari kata Logos
artinya ucapan atau pengartian. Ucapan berarti yang diucapkan, dilisankan,
disebutkan. Ucapan merupakan hasil proses berpikir. Berpikir artinya
menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Kata
pengartian yang berarti proses, cara, perbuatan memberi arti. Dengan demikian,
maka logika merupakan hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat
kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Logika dengan demikian bersangkut paut dengan pengetahuan tentang kaidah
berpikir, Kaidah berpikir artinya rumusan asas-asas yang menjadi hukum atau
aturan yang tentu yang menjadi patokan dalam berpikir. Dengan kata lain logika
adalah ajaran tentang berfikir tertib dan benar, atau perumusan lebih teliti,
ilmu penarikan kesimpulan dan penalaran tanpa meninggalkan keabsahan. Logika
tidak menelaah urutan berfikir sebagai gejala psikologi dan tidak pula
mempersoalkan isi pemikiran, tetapi mempermasalahkan tata tertib yang harus
menjadi panutan jalan pemikiran agar memperoleh hasil yang benar.(www. http://id.wikipedia.org/wiki/Logika)
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica
scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk
berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan
mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam
tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan
masuk akal.
Terdapat beberapa batasan pengertian tentang logika dari beberapa ahli.
Menurut Alex Lanur, Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan
untuk berpikir lurus (tepat). Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan
tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang
sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab musababnya.(Alex Lanur
OFM,1983:7)
Batasan pengertian yang diberikan oleh Alex Lanur, secara singkat
diungkapkan oleh Muhammad Zainuddin, bahwa Logika merupakan suatu
Ilmu tentang dasar dan metode untuk berfikir secara benar.
(Muhammad Zainuddin,2006:3) Menurut Mundiri Logika didefinisikan sebagai
ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan
penalaran yang betul dari penalaran yang salah. Sedangkan Poespoprojo
menuliskannya sebagai ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat ( the
science and art of correct thinking ). (W. Poespoprojo, 1999:49)
B.
Hubungan Logika Dengan Ilmu-ilmu Lain
1.
Hubungan dengan Ilmu Bahasa
Bahasa adalah alat untuk menyampaikan isi hati atau fikiran seseorang
sehingga dengan bahasa orang lain dapat mengerti tentang isi hati atau fikiran
yang disampaikan, misalnya melalui bahasa isyarat, tertulis, atau lisan. Dengan
demikian, bahasa merupakan alat komunikasi. Komunikasi akan lancar apabila
permasalahannya disusun ke dalam bentuk kaidah bahasa yang baik dan benar. Ini
dipelajari dalam ilmu bahasa (gramatika).
Ilmu bahasa menyajikan kaidah penyusunan bahasa yang baik dan benar, dan
logika menyajikan tata cara dan kaidah berfikir secara luas dan benar. Oleh
karenanya, keduanya saling mengisi. Bahasa yang baik dan benar dalam praktik
kehidupan sehari-hari hanya dapat tercipta apabila ada kebiasaan atau kemampuan
dasar setiap orang untuk berfikir logis. Sebaliknya, suatu kemampuan berfikir
logis tanpa memiliki pengetahuan bahasa yang baik maka ia tidak akan dapat
menyampaikan isi pikiran itu kepada orang lain. Oleh karena itu, logika
berhubungan erat dengan bahasa.
Bahasa dalam logika merupakan alat berpikir yang apabila dikuasai dan
digunakan dengan tepat, maka akan dapat membantu kita memperoleh kecakapan
berpikir, berlogika dengan tepat.
Fungsi bahasa:
Ø Fungsi ekspresif.
Ø Fungsi direktif.
Ø Fungsi informatif.
Contoh history: Sultan Mehmed II memarintahkan prajuritnya utk menguasai bahasa romawi
dalam upaya menaklukan kota Konstantinopel.
2. Hubungan dengan Ilmu
Psikologi
Dalam Psikologi membicarakan perkembangan pikiran
tentang pengalaman melalui proses subjektif di dalam jiwa. Dengan demikian,
Psikologi memberikan keterangan mengenai sejarah perkembangan berfikir. Logika
sebagai cabang filsafat bertujuan membimbing akal untuk berfikir (bagaimana
seharusnya). Untuk dapat berfikir bagaimana seharusnya, kita terlebih dahulu
harus mengetahui tentang bagaimana manusia itu berfikir. Di sinilah letak
hubungan antara Psikologi dan Logika.
Logika berfungsi memikirkan segala sesuatu tentang
jiwa manusia. Maka fungsi logika adalah untuk membahas proses yang berfikir
dengan kejiwaan manusia.
Ø Psikologi memberikan keterangan mengenai sejarah perkembangan berpikir.
Ø Psikologi memberikan
gambaran bagaimana manusia berpikir.
Ø Sementara logika adalah cabang filsafat yang bertujuan membimbing akal
untuk berpikir (bagaimana seharusnya).
Contoh Kasus: Anggota DPR adalah manusia
Koruptor
kebanyakan anggota DPR
Hukuman bagi
koruptor sangatlah ringan
Jadi: Anggota DPR melakukan korupsi karena hukumannya ringan.
3.
Hubungan dengan Ilmu Metafisika
Logika berfungsi untuk menyelidiki hal-hal ada dan
mungkin ada dengan metafisika. Maka logika mempunyai fungsi untuk menyelidiki
tentang pengertian kebenaran yang ada dibalik alam semesta.
Ø Metafisika mempelajari hakikat realitas.
Ø Hakikat realitas dapat dicari dan ditemukan dibalik sesuatu yang tampak
atau nyata.
Ø Metafisika selalu mencari kebenaran/hakekat realitas dibalik yang tampak
dan nyata.
Ø Hukum-hukum logika bagi metafisika bukan apa yang telah dirumuskan yang
akan menjadi hakikat kebenaran, tetapi apa yang ada dibalik rumusan tersebut.
Semakin mampu berpikir logis, orang tidak akan mudah tertipu oleh kebenaran
yang tampak.
4.
Hubungan dengan Epistemologi (Dasar Pengetahuan)
Metafisika merupakan cabang filsafat yang mempelajari tentang hakikat
realitas. Hakikat realitas tersebut dapat dicari dan ditemukan di balik sesuatu
yang tampak atau nyata. Oleh sebab itu, metafisika selalu mencari kebenaran
atau hakikat realitas di balik yang tampak dan nyata. Sikap seperti ini adalah
kritis, yaitu suatu sikap yang selalu ingin tahu dan membuktikan tentang
sesuatu yang sudah atau serba dianggap benar. Teori dalam metafisika bahwa
kenyataan kebenaran atau hakikat realitas bukanlah apa yang tampak, tetapi apa
yang berada di balik yang tampak.
Dalil-dalil atau hukum-hukum dalam logika bagi metafisika bukan apa yang
telah dirumuskan yang menjadi hakikat kebenaran, tetapi apa yang ada di balik
rumusan tersebut. Dengan demikian, bagi logika, metafisika merupakan kritik
terhadap dalil dan hukumnya. Semakin erat hubungan metafisika dengan logika,
kebenaran logis akan semakin dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu,
kebenaran logis mendekat pada hakikat realitas. Semakin mampu berfikir logis,
orang tidak akan mudah tertipu oleh kebenaran yang tampak.
Epistemologi menyelidiki sumber
pengetahuan kita mungkin atau tidaknya kita mengenal kebenaran dan apabila
mungkin maka bagaimana caranya kita dapat mencari kebenaran itu.
Hubungan logika dengan epistemology adalah sama-sama dari cabang besar filsafat, yaitu teori pengetahuan.
Epistemologi merupakan pengetahuan dari segi isinya, sedangkan logika merupakan
kebenaran ditinjau dari segi bentuknya. Ini tertuang dalam cabang besar
filsafat yaitu:
a) Persoalan keberadaan atau eksistensi, yaitu metafisika.
b) Persoalan pengetahuan atau kebenaran, yaitu epistemology dan logika.
c) Persoalan nilai, yaitu etika dan estetika.
5. Hubungan Logika Dan Ilmu Agama
Apa manfa’at dari hubungan keduanya bagi manusia?
Murtadha Muthahhari dalam bukunya menjelaskan “Logika memberikan kepada kita
cara berfikir yang benar dan logika juga memiliki peran yang sangat penting
dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sedangkan agama memberikan cinta, harapan
dan kehangatan, agama juga mebawa pada revolusi spritual”.
Dalam makalahnya “an introduction to logic” Ir.
Husain Heriyanto, M.Hum mencontohkan hubungan logika dengan ilmu agama “logika
dapat berperan dalam proses pembentukan hukum ini berkaitan dengan ilmu ushul
fiqh. Sebagaimana yang kita ketahui logika adalah alat analisis dalam proses
berpikir, lantas pertanyannya adalah apa kegunaan logika dalam ilmu agama?
Logika memiliki peran yang penting dalam penarikan kesimpulan yang dilaku oleh
para ahli agama dari premis-premis atau kesimpulan yang ada dalam al-qur’an
yang merupakan sumber dasar dari ahli agama, contohnya; dalam al-qur’an
terdapat keterangan bahwa “khamer dan anggur itu haram”. Kata “kamer
dan anggur itu haram” kata ini dalam logika ini namanya kesimpulan, kalau
kata “khamer dan anggur itu haram” adalah kesimpulan, lalu premis mayor
dan premis minornya kata apa? Ya tetunya kita buat premis mayor dan premis
minornya. Karena alasan atau asbab al-nuzul di haramkan khamer dan anggur itu
memabukkan, jadi premis mayornya adalah “semua yang memabukkan itu haram”
dan premis minornya adalah “khamer dan anggur itu memabukkan”.
Premis Mayor : Semua yang memabukkan Itu Haram.
Premis Minornya : Khamer dan anggur Itu memabukkan.
Kesimpulanya : Khamer dan anggur Itu haram.
Contoh yang lain dalam al-quran ada keterangan bahawa zina itu haram
diambil dari fiman Tuhan “Jangan kamu mendekati zina”.
Premis Mayor : Segalah sesatu yang mendekati zina itu haram.
Premis Minornya : Ciuman adalah mendekati zina.
Kesimpulanya : Jadi ciuman itu haram.
Ini merupakan contoh
yang sederhana, yang menggambarkan pentingnya logika dalam hubungannya dengan
ilmu agama dan masih sangat banyat peran logika dalam menganalisa kajian
keagamaan.
Hubungan Ilmu Logika dengan ilmu ilmu lainnya, dapat dilihat dari
segi obyek bahasannya yang universal, yaitu tashawwur dan tashdiq. Sebab,
setiap disiplin ilmu berisikan tashawwur dan tashdiq. Dengan demikian, dapat
dipahami bahwa hubungan Ilmu mantik dengan ilmu ilmu lainnya terletak pada
fungsinya sebagai alat dan kaidah pembuatan teori yang menjadi isi setiap
disiplin ilmu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Ilmu Manthiq atau
bisa juga disebut Ilmu Logika yaitu ilmu yang membahas tentang tata aturan
berfikir yang benar berkenaan dengan objek pikir untuk menemukan kebenaran
logis dan menjaga dari kesalahan dalam berfikir.
Hubungan Ilmu Logika dengan ilmu ilmu lainnya, dapat dilihat dari segi obyek bahasannya yang
universal, yaitu tashawwur dan tashdiq. Sebab, setiap disiplin ilmu berisikan
tashawwur dan tashdiq. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa hubungan Ilmu
mantik dengan ilmu ilmu lainnya terletak pada fungsinya sebagai alat dan kaidah
pembuatan teori yang menjadi isi setiap disiplin ilmu.
B.
Saran
Dengan membaca makalah ini penulis berharap semoga pembaca dapat berfikir
tepat dan benar sehingga terhindar dari kesimpulan yang salah dan kabur. Setidaknya
dengan makalah ini, ada semacam pencerahan intelektual dalam menyuguhkan
motivasi yang intrinsik untuk segera mempelajari ilmu logika sehingga kita
dapat meminimalisasi kesalahan dalam berfikir.
Tentunya, dalam makalah ini akan ditemukan kelemahan-kelemahan atau bahkan
kekeliruan. Dengan itu, penulis sangat berharap adanya masukan dari pembaca dan
kritik konstruktif sebagai upaya pembangunan mental guna penyelesaian pada
makalah-makalah selanjutnya. Dan, hal itu penulis harapkan dengan kerendahan
hati dan ketulusan jiwa
DAFTAR PUSTAKA
Departemen P & K, Kamus besar bahasa Indonesia, 1989, Balai
Pustaka, Jakarta.
Alex Lanur OFM, Logika Selayang Pandang, Kanisius, 1983.
Mundiri, Logika, Rajawali Press bekerjasama dengan Badan
Penerbitan IAIN Walisongo Press, Cetakan keempat, 2000.
W. Poespoprojo, Logika Ilmu Menalar, Pustaka Grafika,Bandung,
1999.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar