Selasa, 23 Desember 2014

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 155 TENTANG EVALUASI

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH
AYAT 155
TENTANG EVALUASI
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Tafsir Tarbawi
Guru Pembimbing :
Miftahol Arifin, S.Pd.I., MM., MSI.


Kelompok
: XVI


Nama
: Ach Kholili

: M.Imamuddin

: Fahrur Rosi




Smester
: V A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) 
 AL-KHAIRAT
Tahun 2013

A.    SURAT AL-BAQARAH AYAT 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
B.     TAFSIR IBNU KATSIR
Allah memberitahikan bahwa dia pasti menimpakan cobaan kepada hamba-hambanya, yakni melatih dan menguji mereka. Seperti yang disebutkan didalam firmannya yang lain, yaitu:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.”(Q.S. Muhammad: 31)
Adakalanya Allah mengujinya dengan kesenangan dan adakalanya mengujinya dengan keengsaraan berupa rasa takut dan rasa lapar, seperti yang disebutkan didalam firmannya:
z$ygs%ºsŒr'sù ª!$# }¨$t6Ï9 Æíqàfø9$# Å$öqyø9$#ur
"Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan.”(Q.S. An-Nahl: 112)
Didalam surat ini Allah berfiman:
&äóÓy´Î/ z`ÏiB Å$öqsƒø:$# Æíqàfø9$#ur.
Dengan sedikit ketakutan, kelaparan.”(Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yang dimaksud dengan sesuatu ialah sedikit.
<Èø)tRur z`ÏiB ÉAºuqøBF{$#.
“Kekurangan harta.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yakni lenyapnya sebagian harta.
ħàÿRF{$#ur.
“Kekurangan  jiwa.”(Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yaitu dengan meninggalnya teman-teman, kaum kerabat, dan kekasih-kekasih.
NºtyJ¨W9$#ur.
“Kekurangan buah-buahan.”(Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yakni kebun dan lahan pertanian tanamannya tidak menghasilkan buahnya sebagaimana kebiasaannya (menurut produksinya). Sebagian ulama’ salaf mengatakan bahwa sebagian pohon kurma sering tidak berbuah, hal ini dan yang semisal dengannya merupakan suatu cobaan yang ditimpakan oleh Allah kepada hamba-hambanya. Barang siapa yang sabar, maka ia mendapat pahala, dan barang siapa tidak sabar, maka adzabnya akan menimpanya. Karena itulah, maka di penhujung ayat ini disebutkan:
̍Ïe±o0ur šúïÎŽÉ9»¢Á9$#.
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah: 155)
Salah seorang Mufaairin meriwayatkan bahwa makna yang dimaksud dengan al-khouf  ialah takut kepada Allah, al-juu’u ialah puasa bulan ramadhan, naqshul amwaali ialah zakat harta benda, al-anfus ialah berbagai macam sakit, dan tsamaraat ialah anak-anak. Akan tetapi pendapat ini perlu dipertimbangkan.
C.    TAFSIR AL-JALALAIN
Nä3¯Ruqè=ö7oYs9ur &äóÓy´Î/ z`ÏiB Å$öqsƒø:$# Æ
“Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan berupa sedikit ketakutan” terhadap musuh.
íqàfø9$#ur
“Kelaparan” paceklik.
<Èø)tRur z`ÏiB ÉAºuqøBF{$# Ä
“Kekurangan harta” disebabkan datangnya malapetaka.
§àÿRF{$#ur Ï
“Dan jiwa” disebabkan pembunuhan, kematian dan penyakit.
NºtyJ¨W9$#ur
“Serta buah-buahan” karena bahaya kekeringan, artinya Kami akan menguji kamu, apakah kamu bersabar atau tidak.
Ïe±o0ur šúïÎŽÉ9»¢Á9$#
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” bahwa mereka akan menerima ganjaran kesabaran itu berupa surga.
D.    KESIMPULAN
Evaluasi itu perlu dilakukan, dengan mengingat akan sifat-sifat manusia itu sendiri yaitu manusia adalah makhluk yang lemah, makhluk yang suka membantah dan ingkar kepada Allah, mudah lupa dan banyak salah namun mempunyai batas untuk sadar kembali. Tetapi di sisi lain manusia juga merupakan makhluk terbaik dan termulia, yang dipercaya Allah untuk mengemban amanat yang istimewa, yang diangkat sebagai khalifah di bumi dan yang telah diserahi Allah apa yang ada di langit dan di bumi.
Bertolak dari kajian tersebut, maka ditemukan hal-hal prinsipal sebagai berikut : bahwa manusia itu ternyata memiliki kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan tertentu, sehingga perlu diperbaiki baik oleh dirinya sendiri maupun pihak lain. Namun manusia itu juga memiliki kelebihan-kelebihan tertentu sehingga kemampuan tersebut perlu dikembangkan dan manusia mempunyai kemampuan untuk mencapai posisi tertentu sehingga perlu dibina kemampuannya untuk mencapai posisi tersebut. Dengan mengingat hal-hal tersebut, maka evaluasi amatlah diperlukan, apalagi dalam proses pendidikan.
Evaluasi yang dilakukan Allah terhadap umat manusia mengandung pengertian bahwa manusia senantiasa dalam pengawasan Allah yang apabila hal ini disadari oleh manusia berarti ia akan hati-hati dalam bertingkah laku.
Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bahwa Dia pasti akan menguji hamba-hamba-Nya agar terlihat jelas siapa yang jujur hatinya dan siapa yang dusta, siapa yang sabar dan siapa yang keluh kesah. Ini merupakan sunnatullah yang berlaku pada hamba-hamba-Nya. Hal itu, karena jika kesenangan senantiasa didapatkan oleh mereka yang beriman dan tidak diuji tentu akan terjadi percampuran antara yang benar-benar beriman dengan yang tidak.
Allah menghendaki untuk memisahkan siapa orang yang baik dan siapa orang yang buruk. Inilah tujuan dari ujian (Evalusi). Bukan untuk menyingkirkan keimanan yang ada pada diri orang mukmin dan bukan untuk mengeluarkan mereka dari agama, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan iman mereka.



PUSTAKA
Ibnu Katsir, Abul Fida Ismail. 2000. Tafsir Ibnu Katsir(Terjemah), Bandung: Sinar Baru Al-Gensindo.
Al-Mahalli, Jalaluddin dan Jalaluddin As-Suyuthi. 2010.
Tasik Malaya: myface-online.blogspot.com.
http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-154-162.html
http://fauzanma-fitkuinjkt.blogspot.com/2008/12/evaluasi-dalam-al-quran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar