TAFSIR SURAT AL-BAQARAH
AYAT 155
TENTANG EVALUASI
Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Tafsir
Tarbawi
Guru Pembimbing :
Miftahol
Arifin, S.Pd.I., MM., MSI.
Kelompok
|
:
XVI
|
Nama
|
:
Ach Kholili
|
:
M.Imamuddin
|
|
:
Fahrur Rosi
|
|
Smester
|
:
V A
|
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AL-KHAIRAT
Tahun 2013
AL-KHAIRAT
Tahun 2013
A.
SURAT AL-BAQARAH AYAT 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar.”
B. TAFSIR IBNU KATSIR
Allah
memberitahikan bahwa dia pasti menimpakan cobaan kepada hamba-hambanya, yakni
melatih dan menguji mereka. Seperti yang disebutkan didalam firmannya yang
lain, yaitu:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
“Dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan
menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di
antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.”(Q.S.
Muhammad: 31)
Adakalanya Allah mengujinya dengan
kesenangan dan adakalanya mengujinya dengan keengsaraan berupa rasa takut dan
rasa lapar, seperti yang disebutkan didalam firmannya:
z$ygs%ºsr'sù
ª!$#
}¨$t6Ï9
Æíqàfø9$#
Å$öqyø9$#ur
"Karena
itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan.”(Q.S.
An-Nahl: 112)
Didalam surat ini Allah berfiman:
&äóÓy´Î/
z`ÏiB
Å$öqsø:$#
Æíqàfø9$#ur.
“Dengan
sedikit ketakutan, kelaparan.”(Q.S.
Al-Baqarah: 155)
Yang
dimaksud dengan sesuatu ialah sedikit.
<Èø)tRur
z`ÏiB
ÉAºuqøBF{$#.
“Kekurangan harta.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yakni lenyapnya sebagian harta.
ħàÿRF{$#ur.
“Kekurangan jiwa.”(Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yaitu dengan meninggalnya teman-teman,
kaum kerabat, dan kekasih-kekasih.
NºtyJ¨W9$#ur.
“Kekurangan buah-buahan.”(Q.S. Al-Baqarah: 155)
Yakni kebun dan lahan pertanian
tanamannya tidak menghasilkan buahnya sebagaimana kebiasaannya (menurut produksinya).
Sebagian ulama’ salaf mengatakan bahwa sebagian pohon kurma sering tidak
berbuah, hal ini dan yang semisal dengannya merupakan suatu cobaan yang
ditimpakan oleh Allah kepada hamba-hambanya. Barang siapa yang sabar, maka ia
mendapat pahala, dan barang siapa tidak sabar, maka adzabnya akan menimpanya.
Karena itulah, maka di penhujung ayat ini disebutkan:
ÌÏe±o0ur
úïÎÉ9»¢Á9$#.
“Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)
Salah seorang Mufaairin meriwayatkan
bahwa makna yang dimaksud dengan al-khouf ialah takut kepada Allah, al-juu’u
ialah puasa bulan ramadhan, naqshul amwaali ialah zakat harta benda, al-anfus
ialah berbagai macam sakit, dan tsamaraat ialah anak-anak. Akan tetapi
pendapat ini perlu dipertimbangkan.
C. TAFSIR AL-JALALAIN
Nä3¯Ruqè=ö7oYs9ur
&äóÓy´Î/
z`ÏiB
Å$öqsø:$#
Æ
“Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan
berupa sedikit ketakutan”
terhadap musuh.
íqàfø9$#ur
“Kelaparan”
paceklik.
<Èø)tRur
z`ÏiB
ÉAºuqøBF{$#
Ä
“Kekurangan harta”
disebabkan datangnya malapetaka.
§àÿRF{$#ur
Ï
“Dan jiwa”
disebabkan pembunuhan, kematian dan penyakit.
NºtyJ¨W9$#ur
“Serta buah-buahan”
karena bahaya kekeringan, artinya Kami akan menguji kamu, apakah kamu bersabar
atau tidak.
Ïe±o0ur
úïÎÉ9»¢Á9$#
“Dan sampaikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar”
bahwa mereka akan menerima ganjaran kesabaran itu berupa surga.
D. KESIMPULAN
Evaluasi itu perlu dilakukan, dengan mengingat akan
sifat-sifat manusia itu sendiri yaitu manusia adalah makhluk yang lemah,
makhluk yang suka membantah dan ingkar kepada Allah, mudah lupa dan banyak
salah namun mempunyai batas untuk sadar kembali. Tetapi di sisi lain manusia
juga merupakan makhluk terbaik dan termulia, yang dipercaya Allah untuk
mengemban amanat yang istimewa, yang diangkat sebagai khalifah di bumi dan yang
telah diserahi Allah apa yang ada di langit dan di bumi.
Bertolak dari kajian tersebut, maka ditemukan hal-hal
prinsipal sebagai berikut : bahwa manusia itu ternyata memiliki kelemahan-kelemahan
dan kekurangan-kekurangan tertentu, sehingga perlu diperbaiki baik oleh dirinya
sendiri maupun pihak lain. Namun manusia itu juga memiliki kelebihan-kelebihan
tertentu sehingga kemampuan tersebut perlu dikembangkan dan manusia mempunyai
kemampuan untuk mencapai posisi tertentu sehingga perlu dibina kemampuannya
untuk mencapai posisi tersebut. Dengan mengingat hal-hal tersebut, maka
evaluasi amatlah diperlukan, apalagi dalam proses pendidikan.
Evaluasi yang dilakukan Allah terhadap umat manusia
mengandung pengertian bahwa manusia senantiasa dalam pengawasan Allah yang
apabila hal ini disadari oleh manusia berarti ia akan hati-hati dalam
bertingkah laku.
Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bahwa Dia
pasti akan menguji hamba-hamba-Nya agar terlihat jelas siapa yang jujur hatinya
dan siapa yang dusta, siapa yang sabar dan siapa yang keluh kesah. Ini
merupakan sunnatullah yang berlaku pada hamba-hamba-Nya. Hal itu, karena jika
kesenangan senantiasa didapatkan oleh mereka yang beriman dan tidak diuji tentu
akan terjadi percampuran antara yang benar-benar beriman dengan yang tidak.
Allah menghendaki untuk memisahkan siapa orang yang
baik dan siapa orang yang buruk. Inilah tujuan dari ujian (Evalusi). Bukan untuk menyingkirkan keimanan yang ada pada diri orang mukmin dan
bukan untuk mengeluarkan mereka dari agama, karena Allah tidak akan
menyia-nyiakan iman mereka.
PUSTAKA
Ibnu Katsir,
Abul Fida Ismail. 2000. Tafsir Ibnu Katsir(Terjemah), Bandung: Sinar
Baru Al-Gensindo.
http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-154-162.html
http://fauzanma-fitkuinjkt.blogspot.com/2008/12/evaluasi-dalam-al-quran.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar